▲LING

Archive/RSS

I love fashion, chemistry, and foods.

Distance

Fuck distance. I want you here. At least via text message. You don’t even notice that I do exist.

I’ve faked my smiles for many times and there’s no result for THIS. Bullshit. I’ve cried so many nights without telling you that I feel lost. I’ll always wait for someone who don’t even care about me, not even NOTICING. Who the hell am I? Am I someone for you? Do you really care about me or you just tryna spit lies? If you keep on accusing on my ego, then tell me what part of you should I accuse? Why did you act like I don’t have any feelings at all? Why did you disrespect me?

Should I go to sleep with tears on my eyes again? should I look at my own steps and seeing em without yours? Should I feel lonely at days? Should I be calm while seeing my phone got its messages without yours?

What am I suppose to do? How the fuck I could deal with this?

I shutted damn my mouth for too long.

Sebelas

Aku sebut sebuah angka. Sebelas. Hanya aku yang cinta. Hanya aku yang paham.

Urutan kesebelas dari dua puluh enam abjad. K. Itulah inisialmu.

Impian-impianku yang sederhana semenjak usia dua belas menyatu secara terstruktur dalam dirimu.

Aku menginginkanmu. Aku memilikimu dalam satu waktu. Dan suatu saat aku harus melupakanmu dengan tenggat waktu seumur hidup-hingga ada yang menemukanku. Secara naluriah hatiku menolaknya.

Haruskah aku harus berlari kembali ke masa lalu, di gedung lama sekolah menengah pertamaku? haruskah aku mencarimu tepat didepan kelas tempat saat kita pertama bertatap mata? haruskah aku sesali satu waktu yang kita lewati bersama, yang berujung pada perpisahan?

Kau begitu sederhana dengan beberapa sifat buruk yang acap kali meresahkanku, tapi sesungguhnya itulah kesempurnaan yang kudamba dalam dirimu.

Kau banyak terdiam. Kau tak banyak bertutur kata, tapi sepasang matamu selalu memperhatikan gerak gerikku.

Kau tak banyak menyentuhku. Kau hanya memperhatikan dan menjagaku dari kejauhan.

Kau selalu memintaku untuk membangunkanmu disaat subuh. Mendengar suaramu yang setengah terlelap, tapi rela bangun karena telefonku sudah cukup membuatku tersenyum di pagi hari.

Senyummu dan wangi tubuhmu selalu terkenang dalam relungku. Caramu mengucapkan kata kata terekam jelas dalam ingatanku. Lenganmu yang hangat menyelubungi tubuhku.

Inilah kamu, kesederhanaan yang selalu aku cintai, K.

 
1 2 3 4 5